Beranda > Renungan > ANGIN ITU KOSONG

ANGIN ITU KOSONG

banPada suatu acara makan malam, banyak orang dari kalangan pejabat yang hadir. Entah bermula dari apa, beberapa pengunjung terlibat dalam pembicaraan tentang kesopanan.
“Kenapa Pak A itu berpakaian kurang sopan ya? ”
“Ya, biarlah. Itu kan hak beliau. Mau berpakaian seperti apa. Kita tidak perlu ikut campur.”
Pengunjung yang lain mengomentari.
“Saya rasa kita tidak perlu membicarakan kesopanan di sini. Menurut saya, sopan santun itu hanya seperti angin saja. Kosong.
Ya, seperti angin yang tidak ada artinya.”

Tuan rumah yang mengadakan acara makan malam itu pun menyahut.
Katanya,”Betul. Sopan santun itu seperti angin. Kosong.
Bagian dalam ban mobil pun kosong, hanya berisi angin. Tetapi ia membuat nyaman di jalanan.
Begitu juga dengan sopan santun.
Ia menyamankan perjalanan hidup..

Kategori:Renungan
  1. Katarina ratih
    Januari 4, 2010 pukul 2:59 am

    Duh… kok berat ya ni angin???
    wkwkwk… ya, sopan santun memang menyamankan perjalanan hidup..
    menyamankan diri sendiri, dan jg orang lain..
    tentang bagaimana kamu membawa dirimu hadir di dunia ini, dan menyadari bahwa hal itu baik.. sehingga tak perlu “dicampuri” ataupun “diwajibkan secara paksa” oleh lingkunganmu….

    semua yang baik, akan berujung baik apabila dilakukan dengan baik…

    –luph u–
    KRT

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: